Jenis Ransomware Yang Perlu Diwaspadai


Karena salah satu cara kerjanya yang menggunci data di komputer yang telah terinfeksi, ransomware digolongkan sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia.

Kepopuleran ransomware semakin mecuat setelah kasus penyerabaran WannaCry beberapa bulan yang lalu yang sempat menghebohkan dunia. WannaCry cukup membuat panik seluruh pengguna komputer didunia sampai sekelompok negara yang tergabung dalam G7 berkumpul dan merundingkan pemecahan masalah yang disebabkan ransomware ini.

Bukan hanya WannaCry, beberapa ransomware dibawah ini harus anda waspadai supaya tidak terjangkit ransomware.

 

  • Cerber

 

Mirip seperti WannaCry, cerber menyerang perangkat komputer dengan tujuan mengunci data data penting dan meminta tebusan bila data tersebut ingin kembali.

Cerber sangat mudah disebar luaskan bahkan oleh hacker atau orang yang tidak berpengalaman sekalipun. Ransomware yang satu ini menyebar melalui link aktif dan link unsubscribe yang bila di klik akan menginfeksi komputer anda.

Menurut data data yang telah dikumpulkan dari beberapa serangan ransomware, cerber diketahui mampu mengunci 450 lebih tipe file data serta menguncinya secara bersamaan.

 

  • Locky

 

Ransomware yang baru terdeteksi pertama kali pada bulan Februari tahun 2016 ini menginfeksi melalui e-mail invoice dengan judul invoice J-00.

Hebatnya, ransomware ini akan mengecoh targetnya dengan notifikasi email tidak dapat dilihat oleh penerima dan mengklik tautan aktif yang dikirim untuk dapat melihat invoice palsu tersebut. Jika korban mengikuti langkah tersebut maka Locky akan aktif dan mulai menyerang komputer korban.

Dikabarkan versi terbaru dari ransomware ini sangat canggih sehingga antivirus sekalipun tidak dapat mendeteksi keberadaan locky.

  • CryptoWall

CryptoWall tidak kalah hebatnya dengan Locky  dan cerber. Namun dalam metode menginfeksi, CryptoWall sedikit berbeda dengan ransomware diatas.

CryptoWall tidak menyerang melalui link aktif ataupun phising. Melainkan melalui iklan yang berlalu lalang di internet yang jika di klik, maka CryptoWall akan memasuki perangkat korban melalui %APPDATA%.

Jika telah menginfeksi, CryptoWall akan memindai harddisk korban dan mengenkripsi file pentingmu di harddisk. CryptoWall dapat menyerang perangkat komputer dengan sistem operasi 32 bit maupun 64 bit.

  • TeslaCrypt

Ransomware berbahaya yang terakhir adalah TeslaCrypt. Sama seperti WannaCry, TeslaCrypt juga menyerang perangkat komputer korbanya menggunakan metode enkripsi AES untuk mengunci data di perangkat korban seperti file dokumen penting, foto video musik bahkan dikabarkan TeslaCrypt juga mengunci data game yang terinfeksi oleh ransomware ini.

Sama seperti ransomware yang lainya, TeslaCrypt meminta tebusan kepada korbanya jika data data yang dienkripsi TeslaCrypt ingin kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *